Sensor Posisi Throttle - Prinsip Kerja dan Aplikasi

Sensor Posisi Throttle - Prinsip Kerja dan Aplikasi

Sistem throttle yang ada di mobil memantau dan mengontrol aliran fluida di mesin. Tenaga mesin kendaraan dapat dikontrol dengan mengubah rasio udara-bahan bakar mesin yang dilakukan dengan pembatasan Throttle. Throttle dikenal sebagai pedal akselerator pada mobil, thrust lever pada pesawat terbang, dan sebagai pengatur pada mesin bertenaga uap. Mobil modern beroperasi dengan sistem drive-by-wire. Di sini, dalam sistem ini sensor telah menggantikan banyak sistem mekanis di dalam mobil. Unit terkomputerisasi yang disebut Engine Control Unit memantau data yang berasal dari berbagai sumber sensor dan mengontrol mobil. Salah satunya sensor mobil adalah Sensor Posisi Throttle.



Apa itu Sensor Posisi Throttle?

Di mobil, kecepatan mesin dapat dikontrol dengan memvariasikan jumlah bahan bakar dan udara yang disuplai ke mesin. Untuk sistem throttle ini digunakan. Sebelumnya, hubungan mekanis dipasang ke pedal throttle yang mengontrol katup kupu-kupu dari sistem throttle. Saat pengemudi menabrak kabel akselerator maka klep yang digunakan terbuka lebar yang menyebabkan aliran bahan bakar atau udara tinggi sehingga meningkatkan kecepatan kendaraan.


Sensor-Posisi-Throttle

Sensor-Posisi-Throttle





Pada mobil modern, Throttle Position Sensor digunakan untuk proses ini. Sensor ini digunakan untuk memantau posisi katup bukaan gas di dalam kendaraan. Ini juga dapat dilihat sebagai potensiometer yang memberikan resistansi variabel tergantung pada posisi katup throttle.

Prinsip bekerja

Sensor ini biasanya dipasang pada throttle body. Ini merasakan posisi katup throttle atau katup kupu-kupu dan mengirimkan informasi ke unit kontrol Engine. Sensor ini memantau seberapa jauh pedal akselerometer didorong dan memberikan arus keluaran yang menentukan posisi pedal. Posisi pedal mengontrol aliran udara mesin. Jika katup dibuka lebar, sejumlah besar udara disuplai ke mesin dan sebaliknya. Output yang diberikan oleh sensor ini, bersama dengan sensor lainnya ditransmisikan ke unit kontrol mesin, yang menentukan jumlah bahan bakar yang akan disuntikkan ke dalam mesin.



Sensor ini adalah tiga kabel potensiometer . Melalui kabel pertama, daya 5V disuplai ke lapisan resistif sensor. Kabel kedua digunakan sebagai ground sedangkan kabel ketiga dihubungkan ke wiper potensiometer dan memberikan input ke sistem kontrol Engine.

Berdasarkan konstruksinya, terdapat tiga jenis sensor posisi throttle. Mereka adalah sensor posisi throttle dengan sakelar ujung internal yang juga dikenal sebagai Sensor Posisi Throttle Tertutup, jenis potensiometer dan kombinasi dari kedua jenis ini.


Aplikasi

Sensor ini memberikan informasi kepada unit kendali mesin tentang posisi dari katup kupu-kupu . Ini digunakan untuk mendeteksi posisi Idle, status Throttle Terbuka Lebar katup. Ketika katup dalam keadaan Idle, tegangan keluaran sensor di bawah 0.7V. Ketika keadaan beban penuh terdeteksi, tegangan keluaran sensor sekitar 4,5V.

Kerusakan Sensor Posisi Throttle menyebabkan berkedipnya sinyal Check Engine. Ketika sensor ini tidak berfungsi, komputer tidak dapat menentukan posisi katup dengan benar yang menyebabkan kendaraan mengalami lonjakan atau kemacetan. Apa tiga status nilai throttle yang dapat dideteksi sensor?